Menu

Blog Desa Batukarut

Blog ini dibuat atas inisiatif salah satu media informasi warga yang ada di wilayah Desa Batukarut, yaitu Radio Komunitas Kombas FM. Kepada para pembaca blog ini kami nantikan masukannya berupa kritik atau saran, serta partisipasinya dalam mengisi artikel/informasi-informasi yang bermanfaat bagi masyarakat Desa Batukarut khususnya dan masyarakat luas pada umumnya, trims (dadang dharsana)

Rabu, 13 November 2013

Pileg 2014


DAFTAR NAMA PANITIA PEMUNGUTAN SUARA (PPS)
DESA BATUKARUT KECAMATAN ARJASARI
DALAM PEMILU ANGGOTA DPR, DPD DAN DPRD TAHUN 2014


PPS
1. IDO TARJANA, Ketua PPS
2. Drs. DADANG DHARSANA, Anggota PPS
3. YOSEP ROSDIANA, Anggota PPS

SEKRETARIAT PPS

1. DEDI SUPARDI
2. C. SUTARSO
3. DUDUNG ABDUL MUHYI
4. DADA DARYANA



DAFTAR NAMA  PETUGAS PENDAFTARAN PEMILIH
UNTUK PEMILU ANGGOTA DPR, DPD DAN DRPD TAHUN 2014
DI LINGKUNGAN  DESA BATUKARUT

NO
TPS
RW
NAMA
KETERANGAN
1
01
01
Wahyu Suhari

2
02
01
Sudarna

3
03
02
Drs. Tatang Rusmana

4
04
02
Dewi Retno

5
05
03
Ade Soleh Solihin

6
06
03
Endang Suhaya

7
07
04
Acep Budiman

8
08
05
Shelli Fitri Noviana

9
09
06
Wawa Wahyudin

10
10
06
Dana Mulyana

11
11
07
Dana Herman

12
12
08
Odang Rusmana

13
13
09
Lia Yuliana

14
14
10
Uu, Spd

15
15
11
Ujang Rohmana

16
16
12
Opan Sopandi

17
17
12
Tahyudin

18
18
13
Rosid Darmanto

19
19
14
Asep Taryana

20
20
08
Dede Sukaemi

 




REKAP HAK PILIH PER TPS
UNTUK PEMILU ANGGOTA DPR, DPD DAN DPRD
TAHUN 2014

TPS
ALAMAT
CAKUPAN
JUMLAH HAK PILIH
LK
PR
JML
1
Nambo
RW 01 (RT 01, 02)
178
161
339
2
Nambo
RW 01 (RT 03 s.d 05)
185
186
371
3
Nambo
RW 02 (RT 01 s.d 03)
190
204
394
4
Nambo
RW 02 (RT 04 s.d 06)
188
183
371
5
Kebon Kalapa
RW 03 (RT 01 s.d 03)
219
255
474
6
Kebon Kalapa
RW 03 (RT 03 s.d 05)
206
216
422
7
Sirnasari
RW 04 (RT 01 s.d 04)
196
211
407
8
Sirnasari
RW 04 (RT 05), RW 05 (RT 02 s.d 04)
223
235
458
9
Sirnasari
RW 05 (RT 01,02), RW 06 (03, 04, 06)
250
230
480
10
Gempol
RW 06 (RT 05, 07)
230
226
456
11
Gempol
RW 06 (RT 01, 02), RW 07 (01 s.d 03)
226
239
465
12
Talun
RW 08 (RT 01 s.d 03)
194
191
385
13
Cigentur
RW 09 (RT 01 s.d 04)
165
165
330
14
Cigentur
RW 10 (RT 01 s.d 04)
193
194
387
15
Cihamerang
RW 11 (RT 01 s.d 04)
150
148
298
16
Nambo
RW 12 (RT 01 s.d 03)
211
215
426
17
Nambo
RW 12 (RT 04 s.d 07)
229
218
447
18
Cihamerang
RW 13 (RT 01 s.d 04)
120
120
240
19
Cihamerang
RW 14 (RT 01 s.d 04)
157
156
313
20
Talun
RW 08 (RT 04 s.d 06)
140
138
278


TOTAL
3.850
3.891
7.741






Selasa, 02 April 2013

ST2013

Para Petani akan dicacah melalui Sensus Pertanian 2013

Pada Bulan Mei 2013 secara serempak di seluruh Indonesia akan diadakan Sensus Pertanian (ST2013) yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik.  Saat ini hingga 27 April mendatang sedang dilaksanakan pelatihan bagi para Petugas lapangan yang terdiri dari PCL (Pencacah Lapangan) dan Kortim (Koordinator Tim). Di Wilayah Kabupaten Bandung sendiri Pelatihan gelombang-1 sudah dimulai dari tgl 29 s/d 31 Maret 2013 bertempat di Wisma Anugrah Bandung sebanyak 240 petugas dari 3 Kecamatan, yaitu : Arjasari, Banjaran dan Cilengkrang.
Cakupan Sensus Pertanian 2013 antara lain : Tanaman Pangan, Hortikultura (sayuran), perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan. Adapun masyarakat yang akan disensus adalah Rumah Tangga yang berkecimpung dalam usaha pertanian, yang kapasitasnya sebagai pengelola usaha pertanian milik sendiri, pengelola usaha pertanian milik orang lain dengan sistem bagi hasil, dan pengelola usaha pertanian yang diberi upah oleh pemilik lahan pertanian.  Yang dimaksud usaha pertanian adalah kegiatan memelihara/ menguasai/ melakukan kegiatan pertanian dengan tujuan sebagian maupun seluruh hasilnya untuk dijual atau ditukar.
Kegiatan Sensus Pertanian ini dilaksanakan setiap 10 tahun sekali, dan hasil sensus ini dapat dipergunakan sebagai basis data dan bahan pertimbangan Pemerintah dalam menentukan kebijakan-kebijakannya dalam bidang pertanian.   Agar data yang diperoleh akurat, maka diharapkan dukungan masyarakat untuk sekiranya dapat memberikan data yang  baik, benar dan akurat, sehingga pada akhirnya ketika data tersebut dimanfaatkan oleh Pemerintah menjadi tepat sasaran.

Jumat, 29 Maret 2013

Gitar Raksasa



GITAR RAKSASA SEDANG DIBUAT DI
KECAMATAN ARJASARI

6 (enam) orang pengrajin  dalam bidang pembuatan Gitar di Kecamatan Arjasari, saat ini tengah menuntaskan pembuatan gitar raksasa, yang berukuran lebar 4 m panjang  13,86 m Mereka  adalah : Hasan Nurudin, Basirun, Casmita, Wasingun, Pudjo Sutrisno dan Holidin.  Keenam orang tersebut merupakan tenaga ahli yang sudah berpengalaman dalam pembuatan Gitar, baik elektrik maupun akustik, termasuk gitar miniatur.   Dan baru kali ini mereka membuat gitar dengan ukuran yang luar biasa, boleh jadi akan masuk dalam catatan Musium Rekor Indonesia.

Menurut Hasan Nurudin bahwa gitar ini merupakan pesanan dari seseorang, dan diperkirakan bulan depan gitar ini akan selesai dan akan diserahkan kepada pemesannya.
Dalam proses pembuatannya telah menghabiskan 3 m kubik kayu borneo.
Gitar Raksasa ini merupakan Gitar akustik, type Gibson, dan Merknya : CORNELS
Lebar Bodi : 4 meter, panjang bodi : 5,5 m dan tebal bodi : 66 cm.
Panjang Stang : 7 meter dan panjang kepala : 2,5 meter




Kamis, 10 Januari 2013

Pokmas




KELOMPOK MASYARAKAT (POKMAS) “SASAKA”
DESA BATUKARUT


LATAR BELAKANG

Seiring dengan diluncurkannya program Nasional Pelestarian Adat istiadat dan Budaya Nusantara (PABN) pada tahuan 2012, yang mana dari seluruh Indonesia ditunjuk hanya 9 Provinsi untuk dijadikan Pilot Project (Proyek percontohan), diantaranya adalah Provinsi Jawa Barat yang diwakili oleh Kabupaten Bandung.  Di Kabupaten Bandung sendiri ditunjuk hanya 3 Desa yang akan diikutsertakan dalam Pilot project tesebut, salah satunya adalah Desa Batukarut.  Pertanyaannya adalah kenapa mesti Desa Batukarut ? Kebetulan di Desa Batukarut memiliki tempat bersejarah yang menyimpan bukti-bukti sejarah adat istiadat sunda yang hingga saat ini masih terus dipelihara, yaitu “Bumi Alit Kabuyutan”.
Bumi Alit Kabuyutan dikelola oleh suatu Lembaga Adat sunda yang bernama “Sasaka Waruga Pusaka” yang mana komposisi personilnya merupakan gabungan dari 2 Desa, yaitu Desa Batukarut dan Desa Lebakwangi, karena bagaimanapun juga antara Batukarut dan Lebakwangi berdasarkan fakta sejarah tidak bisa dipisahkan, di masa lalu Batukarut merupakan bagian dari Lebakwangi.
Setelah ada pemekaran Desa di wilayah Kecamatan Arjasari, maka letak Bumi Alit Kabuyutan secara administratif masuk ke wilayah Desa Batukarut, oleh karena itu ketika project ini diluncurkan pihak pemerintah pusat hanya melihat dari sisi wilayah administratif saja, dimana letak Bumi Alit Kabuyutan tersebut, sehingga akhirnya Desa Batukarut yang mewakili dalam Pilot Project tersebut.
Mengingat di Desa Batukarut sendiri belum ada wadah yang menangani adat istiadat dan budaya, maka dibentuklah Kelompok Masyarakat dan diberi nama “SASAKA” atau kepanjangan dari “ Sadulur, Sadapuran, Kabuyutan”.   Pokmas SASAKA pada hakekatnya perwujudan dari “Sasaka Waruga Pusaka”, namun sekali lagi saya sampaikan bahwa ini hanya ditinjau dari sisi wilayah administratif saja, secara ikatan emosional masih tetap antara Batukarut dan Lebakwangi tidak dapat dipisahkan, Lebakwangi merupakan cikal bakal berdirinya Batukarut.
Untuk selanjutnya dalam mengemban tugas Pelestarian Adat istiadat dan Budaya Nusantara (PABN) ini diwakili oleh Pokmas SASAKA, namun pada prakteknya Pokmas SASAKA pun tetap berkoordinasi dengan pengurus “Sasaka Waruga Pusaka” sebagai induk semang lembaga Adat sunda.

MAKSUD DAN TUJUAN

Pilot proyek ini merupakan fasili­tasi pemerintah pusat kepada daerah untuk pembinaan tata kelola desa/nagari dan pember­dayaan masyarakat. Diharapkan nantinya bakal ditemukan model tata kelola desa/nagari dan pember­dayaan masyarakat yang sesuai dengan karakter masing-masing lokasi dan sekaligus sebagai acuan bagi daerah dalam melakukan pembinaan
Pelestarian Adat dan Budaya Nusantara ini dilakukan melalui program pengembangan masya­rakat, seperti membangun kesada­ran kritis terhadap nilai-nilai luhur gotong-royong, kemandirian dan keadilan masyarakat yang terdiri dari identifikasi budaya yang masih hidup dan potensial untuk dilesta­rikan dan dikembangkan.

  
SUSUNAN PENGURUS POKMAS SASAKA


Pelindung                    :    Kepala Desa Batukarut
Penasehat                   :    H Enggin Waisya
                                          Ir Wawan Suherman

Ketua                           :    Tarlan Somantri
Sekretaris                   :    Alex Wiarna, SH
Bendahara                  :    Agus Jamhur

Bidang-bidang           :

Bidang Ritual & Kearifan Lokal :
1. Anang Rochman
2. Drs.H.Yan C. Djuarsa, MSi
3. Oo Rochman
4. E. Rahmat
5. Mardan

Bidang Kesenian :
1. Ido Tarjana 
2. Dede Suherman
3. Suryaman
4. Iyep Kostaman
5. Ceye Sutarya
6. Odo Mulyana

Bidang Pemeliharaan, Perbaikan dan Pengembangan :
1. Oo Somantri 
2. Dedi Herdiana
3. Muklis
4. Dana Herman
5. Indra

Bidang Publikasi & Dokumentasi :
1. Dadang Dharsana
2. Deni
3. Ginanjar Rahayu

PROGRAM KERJA

A.            JANGKA PENDEK
1.       Menginventarisasi aset adat istiadat yang ada di Desa Batukarut
2.      Merumuskan Sejarah Desa
3.      Menyiapkan sarana latihan kesenian
4.      Mengaktifkan kembali latihan-latihan kesenian sunda
5.      Menata sekretariat dan tempat latihan
6.      Mendata potensi warga dalam bidang seni dan budaya
7.   Menjajagi kemungkinan pendayagunaan fasilitas GOR Desa menjadi ajang pentas kreasi seni dan budaya Desa.
8.     Memelihara dan melaksanakan minor repair terhadap fasilitas yang ada di Bumi Alit Kabuyutan
9.      Menyiapkan kegiatan adat tahunan di Bumi Alit kabuyutan

B.            JANGKA PANJANG
1.         Menumbuhkembangkan semangat kebersamaan dan kegotong royongan.
2.        Menyediakan sarana/fasilitas untuk pembelajaran dan pengembangan adat istiadat sunda
3.        Menjaga, melindungi dan membina adat istiadat yang ada
4.        Mendorong partisipasi, kreatifitas dan kemandirian masyarakat
5.        Mendorong terbentuknya komitmen dan kepedulian masyarakat yang menjunjung tinggi nilai sosial dan budaya
6.        Mensosialisasikan adat istiadat dan budaya sunda kepada generasi penerus.

PENDANAAN

          Bagaimanapun baiknya program atau rencana kerja, maka kalau tidak ditunjang dengan dana maka hasilnya tidak akan optimal, apalagi dijaman sekarang ini nilai-nilai gotong royong sudah menurun drastis.
          Mengingat proyek ini merupakan proyek percontohan Nasional, maka Pemerintah Pusat akan memberikan bantuan dana stimulan untuk mewujudkan rencana kegiatan Pokmas tersebut.    Namun dana tersebut tidak akan selamanya dikucurkan, selanjutnya pihak Pokmas SASAKA sendiri harus pandai-pandai memberdayakan dana stimulan tersebut, sehingga dapat menjadi modal untuk selanjutnya Pokmas SASAKA bisa berjalan mandiri.  Menurut kabar pilot project ini akan berjalan selama 3 tahun, selanjutnya dievaluasi kelayakannya.